Dikisahkan tentang sepasang mata yang merekam hiruk-pikuk Jakarta lewat lensa objektif, namun seringkali tersesat dalam subjektivitas rasanya sendiri. Ia adalah jurnalisme yang hidup di antara riuh lampu kota, mengetik laporan di sudut kafe larut malam, sembari membiarkan sisa hatinya tertinggal pada bait lagu yang belum selesai ia dengarkan. Lagunya masih bergema tepat di telinga, namun realita di luar harus ia potret sembari menikmati kemegahan metropolitan dan merawat sunyi yang bersembunyi di balik dadanya.


Prolog Warta: Sunyi & fiksi.

Ruang ini hanyalah panggung sandiwara, di mana seluruh aktivitas di dalamnya terikat pada peran yang dimainkan. Setiap jalinan cerita, interaksi dan dinamika yang ada di sin, murni lahir dari imajinasi bebas tanpa ada sangkut paut sedikit pun dengan kehidupan nyata maupun identitas asli dari rupa yang dipinjam.

Pelesir visual.

Pelesir visual.

Sebelum menapakkan jejak di tanah yang baru, pastikan lensa matamu telah khatam membaca lembar hukum yang lebih dulu dipahat oleh pemilik cerita.


THE ARCHIVE: GYANDRA


MADAH SINEMATIKA